• Google Search

  • Widgets Ready

      this space will be replaced by widgets as well as left column, only the two search boxex will remain
satisfy everything!!
Andai Presiden terpilih memberi saya 1 trillyun…..
14 August 2009, audi26 @ 9:23 pm

kalau saja presiden berbaik hati memberikan 1 trillyun kira-kira saya akan memberi kontribusi apa ya kepada Indonesia?..
hmm…
karena saya adalah mahasiswa yang bergerak di bidang IT, pastinya kontribusi seperti itulah yang akan saya berikan.
hal pertama yang akan saya lakukan adalah memperbaiki sistem-sistem yang ada, yang paling pertama adalah memperbaiki fasilitas internet yang ada di Indonesia, meratakan semua daerah agar dapat menikmati fasilitas internet tersebut dengan memasang wireless yang dapat di akses ke seluruh indonesia sampai ke daerah terpencil sekalipun, yah seperti di Inggris gitu. karena kalau internet sudah merata, penyaluran data dan pengelolaan sistem-sostem informasi yang ada di indonesia akan berkembang pesat.
setelah itu baru saya akan memperbaiki sistem-sistem yang berkaitan dengan sistem informasi itu sendiri, baik administratornya, database, data flow,dan isi sistemnya itu sendiri, serta memperkaya anak bangsa dengan cara mensosialisasikan sistem informasi itu sendiri.
tapi kayaknya semua itu harus dilakukan dengan cara melakukan study tour ke negara-negara yang IT-nya sdah maju, setelah itu baru kita ambil hal-hal positifnya dan memperbaiki dan membuat suatu terobosan yang jauh lebik baik lagi.
lalu kalau masih ada sisa dana dari uang 1 trillyun tersebut mungkin saya akan membuat sistem yang dapat menggabungkan sistem informasi, teknologi informasi dan multimedia. pasti sistem tersebuat akan menjadi happening seperti facebook dan flu babi, hehehe…
kayaknya begitu aja sih yang sekarang ada di otak saya untuk memajukan sistem informasi Indonesia.

tapi kira-kira cukup ga ya semua angan-angan saya di realisasikan dengan dana 1 trillyun??….


Tentang Sistem Informasi Nasional
13 August 2009, audi26 @ 8:39 pm


Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Di Indonesia sendiri kemajuan Sistem Informasi sangat pesat, namun jika dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan negara Indonesia masih sangat ketinggalan.

Mungkin itu semua terjadi dikarenakan Sistem Informasi kurang di sosialisasikan di Indonesia, sehingga perkembangannya tidak merata. padahal sistem indormasi itu sudah mencakup di banyak bidang, andaikan saja dapat tersosialisasi dengan baik, pasti perkambangan sistem informasi Indonesia bisa jauh lebih pesat. Contohnya Sistem Infor masi di bidang pertanian, pertenakan, dan sebagainya. kalau saja para petani yang notabene adalah kaum kecil di Indonesia sudah bisa menerapkan sistem informasi (tentunya dengan pemerintah), saya yakin Indonesia akan mengalami kemajuan di bidang Sistem Informasi maupun Ekonomi.

Bagaimana menurut anda????………


Kampanye Kepedulian Data (GO DATA)
13 August 2009, audi26 @ 8:09 pm

Anda pernah kesulitan mendapatkan sambungan telepon ke rumah? Atau frustrasi karena nyaris selalu gagal mengakses jaringan internet? Jangan khawatir, Anda tak sendiri. Ada banyak warga masyarakat lain yang punya pengalaman serupa.Asal-muasal penyebab masalah itu adalah lambatnya perkembangan telematika di Indonesia.Telematika kurang-lebih bisa diartikan sebagai gabungan segala hal mengenai telekomunikasi, multimedia, dan informatika.Seperti diketahui, maju-tidaknya telematika sebuah negara bisa diukur dari beberapa indikator, misalnya infrastruktur telekomunikasi, penetrasi sambungan telepon, jumlah pelanggan atau pemakai telepon seluler, angka pemakai internet, dan frekuensi penggunaannya.Dalam soal itu, Indonesia memang tergolong ketinggalan. Infrastruktur telekomunikasi, umpamanya, belum menjangkau seluruh wilayah sehingga total sambungan telepon terpasang (installed line) baru mencapai sekitar 7,5 juta atau kurang dari tiga persen dari populasi penduduk. Padahal, Indonesia sudah mempunyai satelit komunikasi sendiri.Pelanggan internet tercatat kurang dari 600 ribu, dengan jumlah pengguna diperkirakan belum melampaui angka dua juta alias satu persen dari populasi penduduk. Ini pun masih ditambah sulitnya akses ke jaringan gara-gara minimnya bandwidth yang tersedia.Kenyataan itulah yang pekan lalu memicu munculnya apa yang disebut Gerakan Nasional Telematika (Genetika). Ini semacam program kerja yang digagas oleh komunitas telematika Indonesia, yang terdiri atas wakil pemerintah dan BUMN, dunia pendidikan, kalangan industri (swasta), serta praktisi yang punya kepedulian dan sehari-hari bergelut pada bidang telematika.
Gerakan itu punya tujuan besar: meningkatkan perkembangan serta kerja sama antarpelaku telematika. Untuk mencapai tujuan itu, Genetika mematok sejumlah target. Yang pertama, ada keinginan untuk mencapai kemajuan nyata dalam bidang infrastruktur telekomunikasi, misalnya tersedianya bandwidth jaringan infrastruktur yang lebar, menggunakan jalur broadband. Bidang ini dianggap penting karena akan menjadi tulang punggung perkembangan telematika.Lewat Genetika, komunitas juga berharap sumber daya manusia, yakni masyarakat secara luas, mendapat pendidikan yang cukup tentang teknologi sehingga pada gilirannya nanti proses adopsi perkembangan teknologi berjalan mulus.
Dari sisi aplikasi multimedia, Genetika diharapkan mampu memperluas jenis pelayanan sehingga kelak orang tidak hanya mendapat informasi dan berkomunikasi, tapi juga dapat melakukan transaksi bisnis melalui internet. “Maunya, sih, nantinya pembuatan KTP, SIM, atau transaksi bisnis bisa dilakukan lewat dunia maya,” kata J.B. Kristiadi, sekretaris Tim Koordinasi Telematika Nasional (TKTI). Untuk itulah pemerintah sekarang berusaha membuat portal Indonesia yang diisi oleh departemen-departemen.
Dalam waktu dekat, komunitas juga menginginkan industri multimedia Indonesia semakin maju. Sentra-sentra industri perangkat lunak akan didukung sepenuhnya sehingga bukan tidak mungkin suatu saat nanti bisa merebut perhatian Amerika, yang kini tengah tertambat hatinya pada industri software India. Dan itu sudah dimulai, misalnya di Bandung ada Bandung HighTech Valley, di Bali ada Bali Camp, dan di Sumatra Utara rencananya akan dibuat semacam Lembah Silikon seperti yang ada di Amerika. Terakhir, komunitas berharap pemerintah memiliki kebijakan yang kondusif bagi perkembangan telematika, contohnya dengan pembuatan Cyber Law.Adapun langkah konkret paling utama yang akan ditempuh dalam setahun ini adalah menjalankan program yang disebut “Sekolah 2001″, yang dimulai Maret nanti. Program ini dilakukan dengan cara memperkenalkan aplikasi multimedia di sekolah-sekolah menengah. Juga akan terus dilakukan kampanye Genetika melalui seminar dan lokakarya, yang akan digelar sepanjang tahun ini.Seandainya skenario Genetika lancar, kelak orang awam seperti ibu rumah tangga diangankan bisa berbelanja lewat internet. Para petani dapat menggunakan internet untuk melihat data harga cengkeh atau tembakau di dunia, misalnya. “Karena itu, saya optimistis pada masa depan Genetika,” kata pengamat telematika Roy Suryo kepada Agus Slamet dari TEMPO.Namun, sebaliknya, kalangan industri justru lebih bersikap menunggu agenda konkret Genetika. “Teman-teman yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler, misalnya, masih akan melihat-lihat dulu pada bagian mana bisa urun rembuk,” ujar Direktur PT Ericsson Indonesia, Ade S.B. Sharif, “Tapi jelas, kalau tujuannya untuk mendidik pasar, masyarakat, kami ikut senang.


http://mariana-ismirawati.blogspot.com/2009/01/kampanye-kepeduliana-data-go-data.html


TI Pemilu 2004
13 August 2009, audi26 @ 7:33 pm


Suara-suara yang menolak penghitungan suara dengan teknologi informasi (TI) dalam Pemilu 2004 semakin keras terdengar. Setelah parpol, kini giliran orang-orang yang mengaku pakar TI bersuara sama. Dalam minggu lalu bahkan ada sekelompok besar mahasiswa berdemo menolak TI Pemilu 2004. Bayangin! Mahasiswa, yang notabene calon-calon pemimpin masa depan, menolak penggunaan teknologi! Ck, ck, ck, ck….

Dan seperti biasa, rakyat seperti kita cuma bisa bingung. Wartawan dan pers seperti biasa kerjanya cuma mengutip omongan dari sana dan dari sini. Tidak ada satu pun yang mau bercapek-capek menginvestigasi “benang kusut” yang ada. Lalu melaporkannya kepada kita, eh ini lho yang sebetulnya terjadi. Begini, begitu, begini, begitu.

Di tengah suara sumbang itu, hari ini saya membaca ada pembelaan dari “presiden” internet Indonesia, Onno W. Purbo, di sejumlah milis TI. Ia tampak sangat berempati pada sekitar 17.000 operator TI Pemilu 2004 di seluruh Indonesia yang sudah bekerja “rodi” 24 jam setiap hari dengan upah ala kadarnya.

Onno antara lain menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi di lapangan adalah: (1) Kurangnya sosialisasi KPU ke KPUD, KPUD ke PPK, PPK ke TPS, TPS ke KPPS, tentang bagaimana KPPS mengisi form C1-IT. (2) Kelambatan pengisian form C1-IT. (3) Terlalu banyak tugas PPK, akhirnya terlalu lelah untuk melakukan koreksi data. (4) Pihak PPK tidak tahu sama sekali program situng. Jadi jelas, keterlambatan perhitungan suara terjadi karena proses perhitungan manual dari TPS ke kecamatan. Bukan karena kegoblokan operator, apalagi kesalahan sistem TI Pemilu 2004.

Membangun sistem TI Pemilu 2004 pastilah bukan perkara gampang. Onno menulis, pernahkah kita membayangkan mengaitkan 4.400 kantor kecamatan yang tidak jelas lokasinya di mana? Kontak personnya di mana?

Berharap data tersebut ada di Depdagri atau BPS adalah kesalahan besar. Kenyataannya, data di Depdagri bersifat parsial dan terpecah-pecah, tidak terpusat. Akhirnya, data harus dikumpulkan sendiri. Setelah berjuang selama satu tahun dan selesai Maret 2004, pada akhirnya terkumpul data 4.400 kecamatan dan 147 juta pemilih secara terpusat di Data Center KPU.

Dengan data tersebut baru bisa dilakukan pengiriman komputer. Rata-rata dua komputer untuk kecamatan di Jawa dan satu komputer untuk di luar jawa.

Persoalan belum selesai. Komunikasi data dari tingkat kecamatan ke KPU ternyata juga membuat pusing kepala karena cuma 2.578 kecamatan yang dapat dilayani oleh Virtual Private Network (VPN) dari Telkom. Sisanya, 1.850 kecamatan, harus menggunakan telepon satelit Byru yang disediakan Pacific Satelit Nusantara (PSN). Apa artinya? Ternyata Telkom yang secara de facto memonopoli dunia telekomunikasi di Indonesia selama puluhan tahun hanya mampu menyambungkan 60% dari kecamatan di Indonesia ke internet.

Setelah penghitungan suara dimulai, yang paling menghambat akses publik ke www.kpu.go.id adalah minimnya bandwith yang disediakan oleh Telkom. Cuma 1 Mbps, dan itu pun dijual dengan harga komersial. Beruntung kemudian dalam tempo 24 jam APJII (Asosiasi Jasa Penyelenggara Internet Indonesia), Pacific Satelit Nusantara (PSN), dan Kabelvision berpatungan menyediakan bandwidth 100Mbps ke IIX secara gratis!

Dari segi kecepatan, kinerja sistem TI Pemilu 2004 sebetulnya cukup bagus. Sampai dengan Minggu, 11 April 2004, pukul 24.00, atau H+6 sudah ada 76,5 juta lebih suara yang masuk dari lebih 300.000 TPS. Artinya, sudah lebih 50% dari 147 juta suara di 585.00 TPS selesai dicatat dan dihitung.

Dengan kata lain, mungkin tidak sampai dua minggu setelah hari pencoblosan, penghitungan suara bakal selesai. Saya masih ingat, penghitungan suara Pemilu 1999, yang juga sudah menggunakan TI, baru selesai lebih dari satu bulan.

Lalu bagaimana dengan komplain sejumlah parpol dan caleg yang mengaku suaranya hilang dalam penghitungan versi TI? Onno mengatakan, data-data sampai tingkat TPS sebetulnya ada di TI Pemilu 2004, dan dapat diakses melalui internet di www.kpu.go.id. Artinya, koreksi data dan cross check dari partai bisa dilakukan sampai tingkat TPS terhadap data di KPU.


Harapan untuk SI/TI Nasional
4 August 2009, audi26 @ 7:47 pm

Perkembangan SI dan TI nasional sudah cukup meningkat, tapi apakah anda sudah puas dengan apa yang ada sekarang?..pasti banyak diantara anda yang menjawab tidak, lalu apakah harapan yang bisa membuat anda lebih puas??

Jika saya bertindak sebagai masyarakat umum, harapan saya terhadap SI/TI nasional adalah adanya sarana dan prasarana untuk mempelajari dan mengunakan perangkat-perangkat dan juga fasilitas-fasilitas IT, dan juga adanya seminar-seminar atau penyuluhan yang dapat menambah ilmu kita di bidang ini, dan semua itu dilakukan di seluruh Indonesia, agar tidak adanya kesenjangan ilmu di antara bangsa ndonesia itu sendiri.

Tetapi kalau saya bertindak sebagai seorang praktisi IT, saya mengharapkan adanya suatu badan yang berniat melakukan riset untuk menciptakan suatu teknologi atau aplikasi yang baru, original, efisien, dan sangat berguna untuk kehidupan orang banyak. Jadi sekali-sekali boleh dong Indonesia jadi trendsetter bukan jadi copy cat terus…


Profesional IT
4 August 2009, audi26 @ 6:37 pm

Professional artinya sebagai seorang profesional, Anda dituntut sebuah selembar kertas menunjukkan Anda certified. Bukan Ijazah. Tidak perduli dia masih bocah dan belum lulus “SD”, kalau menyebut kata profesional , ya sertifikasi. IT Professional? ya IT Certified. Ijazah pendidikan formal? S1? Kayaknya bukan jaminan deh.

Namun professional itu tidak hanya bermodal sertifikat, yaah percuma dong kalau punya sertifikat tapi skill nya nol. Jadi lebih baik skill yang diutamakan, bukan sertifikatnya, walaupun memang sertifikat itu pernting sebagai bukti otentik.

Apalagi sekarang hampir semua pekerjaan disusupi IT (komputerisasi –red), jadi sebagai professional IT, kita harus mempunyai skill yang mumpuni untuk menunjang semua tekanan dan pekerjaan yang akan kita hadapi.

Jadi bagi para professional IT ataupun yang akan menjadi professional IT, tunjukkan skill mu bukan pameri sertifikatmu!!……..


Fraud (kecurangan) dalam dunia IT atau dunia Cyber
4 August 2009, audi26 @ 6:24 pm

Cyber fraud

Pertama, penipuan terhadap institusi keuangan, termasuk dalam kategori ini antara lain penipuan dengan modus menggunakan alat pembayaran, seperti kartu kredit dan atau kartu debit dengan cara berbelanja melalui Internet. Penipuan terhadap institusi keuangan biasanya diawali dengan pencurian identitas pribadi atau informasi tentang seseorang, seperti nomor kartu kredit, tanggal lahir, nomor KTP, PIN, password, dan lain–lain.

Kedua, penipuan menggunakan kedok permainan (Gaming Fraud), termasuk dalam kategori ini adalah tebakan pacuan kuda secara online, judi Internet, tebakan hasil pertandingan oleh raga, dan lain-lain.

Ketiga, penipuan dengan kedok penawaran transaksi bisnis, penipuan kategori ini dapat dilakukan oleh dua belah pihak; pengusaha dan individu. Umumnya dalam bentuk penawaran investasi atau jual beli barang/jasa.

Keempat, penipuan terhadap instansi pemerintah, termasuk dalam kategori ini adalah penipuan pajak, penipuan dalam proses e-procurement dan layanan e-government, baik yang dilakukan oleh anggota masyarakat kepada pemerintah maupun oleh aparat birokrasi kepada rakyat.

Brata Mandala, dari Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat II Ekonomi dan Khusus Mabes Polri, mengategorikan modus operandi cybercrime ini dalam dua hal :

Pertama, kejahatan umum dan terorisme yang difasilitasi oleh Internet. Ini terdiri dari Carding (creditcard fraud), Bank Offences, e-Mail threats, dan Terorisme.

Kedua, penyerangan terhadap computer networks, Internet as a tools and target, yang meliputi DDoS Attack, Cracking/Deface, Phreaking, Worm/Virus/Attack, dan Massive attack/cyber terror.

Lebih lanjut, Mandala mengarakteristikkan cybercrime ini di antaranya, bahwa modal untuk menyerang relatif sangat murah. Sebuah serangan yang sangat besar/luas, namun cukup dilakukan dengan menggunakan komputer dan modem yang sederhana. Dapat dilakukan oleh setiap individu, tidak perlu personil/unit yang besar. Risiko bagi yang ditangkap (being apprehended) rendah. Sangat sulit melokalisir tersangka, bahkan kadang-kadang tidak menyadari kalau sedang diserang. Tidak ada batasan waktu dan tempat, sangat memungkinkan untuk diserang kapan saja (setiap saat) dan dari mana saja. Kerugian sangat besar/mahal dan meluas apabila serangan tersebut berhasil.

“Di Indonesia, pada tahun 2002, kejahatan umum dan terorisme yang difasilitasi oleh Internet sebanyak 159 kasus yang dilaporkan, 15 di antaranya kini tengah dalam proses pengadilan dan 2 sudah ada di pengadilan. Sementara untuk penyerangan terhadap komputer, ada 7 kasus yang dilaporkan,” tegas Mandala seraya menyangkal data ClearCommerce.com. Baginya, data itu masih simpang siur. “Kalau saya lihat laporan dari Amerika yang menempati urutan kedua itu kartu kredit biasa, bukan di cyber,” tambahnya.


Perkiraan perkembangan IT dimasa depan
4 August 2009, audi26 @ 5:48 pm

Dunia IT adalah salah satu dunia yang mempunyai perkembangan paling pesat, lihat saja perkembangan hardware-hardware yang hampir sebulan sekali muncul yang lebih baru, antivirus yang semakin cepat waktu updatenya dan gadget-gadget yang cepat sekali muncul model-model barunya..

kira-kira bagaimana ya IT di masa depan??

hmm.. Kalau kita suka nonton film, pasti kita ingat adanya suatu komputer yang dapat berfikir dan mengambil keputusan atau mempunyai kecerdasan buatan (biasa disebut AI: Artificial Intelligence) di dalam film Eagle Eye. Apakah komputer itu mustahil? No, ternyata sudah ada komputer yang sistemnya dibuat seperti itu walaupun belum di published ke publik.

lalu apalagi ya yang kira-kira akan muncul di masa depan??

coba kita berkhayal sedikit deh. Di masa depan nanti akan ada suatu gadget atau perangkat-perankat IT lainnya yang bisa dibawa di dalam kantong (portable), jadi mirip kayak di film Transformer gitu, semua gadget bisa bertransformasi dari ukuran yang kecil menjadi ukuran yang sebenarnya, misal sebuah flashdisk yang bisa bertransformasi menjadi notebook. Nah apakah itu cukup masuk akal untuk diciptakan di masa depan?? Menurut saya sih PASTI BISA. Dan semoga saja yang menciptakan alat tersebut adalah saya sendiri.. Hehehe


LSP Telematika dalam pandangan mahasiswa IT
4 August 2009, audi26 @ 4:49 pm

LSP Telematika merupakan lembaga yang bersifat independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi para profesional di bidang telematika. Dalam perkembangannya, LSP Telematika menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika di dalam dan luar negeri.
Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.

Materi uji kompetensi LSP Telematika disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di Indonesia.

LSP, sebagai lembaga yang berwenang memberikan sertifikasi , diharapkan lebih teliti dalam memberikan sertifikat kepada pelajar . Karena menurut saya, LSP terlalu gampang memberikan sertifikasi kepada siswa / siswi yang belum tentu berkompeten untuk mendapatkan sertifikat. Misalnya dalam contoh home schooling , murid yang mengikuti program tersebut praktis hanya diawasi lembaga yang notabene nya bukan lah sekolah. Jadi apa hasil yang diberikan itu bisa dipertanggung jawabkan??
Perlu adanya kajian lebih lanjut untuk masalah itu dan LSP diharapkan mampu berbuat seadil mungkin untuk memberikan sertifikasi….


Istilah-istilah IT
4 August 2009, audi26 @ 4:09 pm

1. MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.

2. Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.

3. Bug merupakan suatu kesalahan desain pada suatu perangkat keras komputer atau perangkat lunak komputer yang menyebabkan peralatan atau program itu tidak berfungsi semestinya. Bug umumnya lebih umum dalam dunia perangkat lunak dibandingkan dengan perangkat keras.

Kenapa dinamakan bug?

Tahun 1945 sewaktu ukuran komputer masih sebesar kamar, pihak militer Amerika Serikat menggunakan komputer yang bernama “Mark 1″. Suatu hari komputer ini tidak berfungsi dengan semestinya, setelah komputer itu diperiksa ternyata ada suatu bagian perangkat keras di mana terdapat serangga yang tersangkut. Setelah serangga itu diangkat dari perangkat keras, komputer dapat berfungsi dengan baik. Maka sejak saat itu kata bug lekat dengan masalah-masalah pada komputer. Debugging adalah proses menghilangkan bug dari suatu program.

4. Worm dalam keamanan komputer, adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tapi worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability. Beberapa worm juga menghabiskan bandwidth yang tersedia. Worm merupakan evolusi dari virus komputer. Hanya ada satu cara untuk mengatasi worm yaitu dengan menutup celah keamanan yang terbuka tersebut, dengan cara meng-update patch atau Service Pack dari operating sistem yang digunakan dengan patch atau Service Pack yang paling terbaru.

Virus komputer memang dapat menginfeksi berkas-berkas dalam sebuah sistem komputer, tapi worm dapat melakukannya dengan lebih baik. Selain dapat menyebar dalam sebuah sistem, worm juga dapat menyebar ke banyak sistem melalui jaringan yang terhubung dengan sistem yang terinfeksi. Beberapa worm, juga dapat mencakup kode-kode virus yang dapat merusak berkas, mencuri dokumen, e-mail, atau melakukan hal lainnya yang merusak, atau hanya menjadikan sistem terinfeksi tidak berguna.

Beberapa contoh dari worm adalah sebagai berikut:

5. Wireless atau dalam bahasa Indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup mengganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari 2 piranti bersamaan. Misalnya: untuk menghubungkan sebuah 1 komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel.

Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya.


« Articoli Precedenti